Beranda > Info Internet > Menyuap Dokter, kena Denda 28 Triliun

Menyuap Dokter, kena Denda 28 Triliun

Selamat malam Guy’s…malam ini 4/7/2012 suhu jogjakarta tercatat 19C mungkin nanti tengah malam sampai 17C bbbrrrr…..dingiinn….nah pas dingin begini males banget kan mau keluar kamar walaupun perut udha minta makan malem hhhmm…daripada tidak produktif hanya bermalas-malasan lebih baik Blog Walking niih…(istilah dalam dunia blogger mengunjungi blog sahabat di seluruh dunia) yaahh…lumanyan kan buat tambah ilmu pengetahuan dan bisa sharing ke temen-temen semua kan jadi manfaat hehee…ada satu tulisan yang langsung saya cermati tulisan ini awalnya dari newsweb onlineathens ternyata sudah diterjemahkan oleh wartawan detikhealth tentang perusahaan farmasi asing yang cukup terkenal dikenai denda 28 Triliun Rupiah atau 28.000 juta ckckck…memang ada apa siih…yook lanjutin bacanya sampe selesai Okee.
di luar negeri sono noohh  perusahaan farmasi yang ketahuan melakukan praktek promosi obat langsung kepada dokter dengan iming-iming seperti disebut diatas diberikan denda sampai Triliunan,..nah disini kok praktek promosi seperti itu seakan-akan dibiarkan saja alias jalannya mulus untuk perusahaan farmasi nasional maupun asing,
A : lalu apa sih dampaknya kalau dibiarkan seperti ini terus…kan dokter sudah tahu harus meresepkan apa untuk setiap diagnosisnya..tanya teman dari keilmuan sosial
B : begini prend…kalau setiap pasien yang datang ke dokter promosi itu diresepkan obat-obat’nya GSK karena memang ada diagnosisnya dan terukur secara akurat, serta si pasien termasuk golongan ekonomi atas hal itu tidak masalah…tapi kalau tidak ada gejalanya dan tetap diresepkan obat-obat’an GSK lalu ternyata si pasien adalah orang dengan golongan ekonomi menegah ke bawah, bagaimana menebus obatnya ? padahal ada obat generik yang memiliki zat aktif yang sama dengan obat-obat’an bermerk dan harganya lebih murah.
A : kenapa bisa murah ? lanjut pertanyaan si teman..
B : karena komponen harga dalam obat generik tidak ada komponen iklan, marketing pemasaran, promosi ke dokter yang membuat harga obat lebih mahal berkali-kali lipat daripada harga obat yang seharusnya.
A. OOoo…begitu too…
B : lagian kebijakan obat generik ini adalah agar keterjangkauan daya beli masyarakat terhadap obat lebih tinggi dari tahun ke tahun sehingga pemerataan kesehatan di seluruh indonesia bisa cepat tercapai begiituu broo..
Iklan
Kategori:Info Internet
  1. 18 Juli 2012 pukul 20:28
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: