Beranda > Info Internet > Masalah Memonetize Website

Masalah Memonetize Website

Manupraba baru lulus kuliah pada akhir 2008. Di awal 2009, ia membuat startup company Javan IT Services yang mengandalkan pemasukan berdasarkan project dengan 8 karyawan. Startup tersebut baru menghasilkan produk perdana pada 2010, yaitu Ngomik.com. Menurut Wisnu, problem yang ia alami selama mendirikan perusahaan adalah persoalan model bisnis.

“Model bisnis masih membingungkan karena konsumen di Indonesia cukup unik. Salah satunya mereka enggan mengklik iklan karena tahu jika iklan itu di klik, ada orang lain yang akan dapat uang,” katanya. Begitu juga dengan minimnya keinginan dan daya beli untuk membeli konten digital. “Boro-boro mau beli digital content yang cuma bisa dilihat atau didengerin, mau beli beras aja susah,” candanya.

Pengamat teknologi informasi (TI) Onno W Purbo mengungkapkan, kebanyakan mereka yang masuk ke dunia startup adalah anak muda dengan latar belatang TI. Mereka bisa membuat karya berupa konten aplikasi yang bagus, tapi tidak bagaimana memonetize- nya.

“Mereka senang membuat aplikasi keren tapi seringkali tidak tahu bagaimana cara memonetize dan akhirnya tidak ke mana-mana. Kaskus sendiri berjalan sekitar 7 tahun sebelum akhirnya digaet Semut Api dan akhirnya menghasilkan uang. Dengan adanya mentoring pembuatan model bisnis dan cara presentasi, hal ini bisa diatasi,” ujar CEO Gantibaju.com Aria Rajasa Masna.

Kurangnya komunikasi antara investor dengan startup juga jadi masalah. Para investor tidak tahu berinvestasi ke mana, sementara para startup tidak tahu ke mana mencari investor. Hal ini diungkapkan Zulfikar Rofik, founder gourmet social networking Cusme.net. Para starter, sebut Zulfikar, acap kurang info untuk mengembangkan sebuah produk untuk menjadi bisnis yang riil.

Problem lain adalah kejelian dalam melihat kebutuhan dari user. Apakah produk atau servis yang dihasilkan benar-benar menjadi solusi dan dibutuhkan oleh user sehingga bisa mendatangkan profit dan benefit untuk startup itu? “Jika ya, berarti dia bisa berhasil dan bisa memutar roda bisnisnya,” ujar Yanuar Rahman dari Vidiyan.com, penyedia jasa pembuatan undangan pernikahan online kartun pertama di Indonesia.

Namun Yanuar sendiri yakin user sebagai backbone utama startup tahun ini akan semakin well educated terhadap kebutuhan dan manfaat dunia online. “Pasar sudah ada, mungkin permasalahannya ada di ‘budaya’ user kita yang belum terlalu terbiasa dengan servis online meskipun beberapa tahun terakhir (sepertinya) peningkatan penggunaan servis online meningkat cukup signifikan,” katanya.

Yanuar mencontohkan Vidiyan.com yang memiliki target pasar potensial di Facebook hingga 30.000 orang per tahun, yakni orang-orang berusia 20–35, engaged, dan tinggal di kota. “Kalau mau diambil 1 persen saja sudah luar biasa. Tapi pada kenyataannya, iklan Facebook sudah kami pasang, sistem kemitraan juga sudah lebih dari 150 orang, tapi penjualan masih jauh dari target,” paparnya. Aria juga menyebut problem hot lain yang sedang dalam pembahasan di kalangan starteradalah metode pembayaran (payment method). Menurut Aria, ada banyak metode pembayaran yang berlaku di Indonesia, tapi belum ada yang benar-benar dominan.

Paypal sebenarnya sudah masuk ke Indonesia sejak 2008, tapi belum serius.Kemudian, KlikBCA sudah memulai payment gatewaysendiri. Kemudian ada Doku (dulu NSIAPay) yang juga memfasilitasi kartu kerdit.

“Lalu ada Kaskus dengan KasPay, juga Indomog yang terkenal di kalangan online gamers, iPayMu, dan bahkan Telkomsel yang ikut terjun dengan T-Cash. “Ada beberapa lagi yang saya tahu akan meluncurkan produknya tahun ini. Marketnya akan padat dan akan sangat menarik untuk melihat siapa yang akan menguasai pasar,” ujar Aria. Kendati demikian ia memperkirakan bahwa potensi pertumbuhan dan kue pasar yang bisa diambil masih sangat luas.

“Saat ini sudah ada sekitar 45 juta orang yang terkoneksi dengan internet (baik di rumah, sekolah maupun kantor) dan berdasarkan data dari Mobile Monday kemarin penetrasi mobile internet sudah mencapai angka di atas 90 persen! Ini pasar yang sangat besar mengingat jumlah penduduk kita saat ini kurang lebih sekitar 237 juta orang,” paparnya.

Mau Internetan Unlimited Kecepatan 1 Mbps dg Harga MURAH ??

www.jualinternet.com

Internet Murah Shop

CAll Us Now
Simpati : 081227808091 | XL : 087838487354
“Internet Unlimited Murah, Connect Internet dimana saja, kapan saja tanpa Batas”
Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: