Beranda > Info Internet > Mulai Januari 2011, Biaya Interkoneksi Telekomunikasi Turun

Mulai Januari 2011, Biaya Interkoneksi Telekomunikasi Turun

JAKARTA – Pemerintah menganggap perlu menurunkan beban biaya interkoneksi. Setelah melalui diskusi panjang, pemerintah pun mengeluarkan daftar biaya interkoneksi baru yang rata-rata mengalami penurunan. Menurut hipotesa pemerintah, tarif panggilan antaroperator cenderung masih tinggi jika dibandingkan tarif panggilan sesama operator. Hal ini dikarenakan biaya interkoneksi yang sudah tidak up-to-date (over price).

Selain itu, lanjut keterangan pihak Postel, tarif panggilan off-net digunakan untuk men-subsidi tarif panggilan on-net (sesama operator), sehingga harga efektifnya adalah rata-rata keseluruhan tarif panggilan off-net dan tarif panggilan on-net. “Dalam implementasinya pada tahun 2011, biaya interkoneksi dilakukan secara tidak penuh, yaitu tetap menggunakan biaya interkoneksi eksisting untuk jaringan PSTN (PT Telkom) dan biaya interkoneksi lokal dari PSTN ke FWA untuk mencegah kenaikan tarif retail. Di samping itu, pola tidak berbayar pada SMS antar operator tetap dipertahankan sambil menunggu dilakukan kajian yang intensif tentang implementasi pola berbayar pada SMS,” ujar Kepala Informasi dan Humas Kemkominfo, Gatot S Dewabroto, dalam keterangan resminya, di situs resmi Postel, Jumat (31/12/2010).

Oleh karena itu, lanjut Gatot, pemerintah memutuskan untuk menurunkan tarif interkoneksi dengan persentase yang berbeda. Namun untuk biaya interkoneksi yang turun rata-rata 6 persen menunjukkan bahwa over price terjadi meskipun tidak signifikan akibat total trafik yang cenderung tidak berubah. “Trafik suara dan SMS memang cenderung menurun namun dikompensasi dengan kenaikan trafik data, sehingga total trafik cenderung tak berubah,” tulis Gatot.

Selain itu, lanjutnya, subsidi tarif off-net kepada tarif on-net dapat dikatakan terjadi akibat tarif yang masih di bawah cost panggilan on-net. Pola ini juga terjadi akibat pola kompetisi dan skema investasi yanng mendorong operator untuk menerapkan tarif berorientasi pendapatan per pelanggan bukan berdasarkan biaya. “Penurunan ini sudah sesuai dengan biaya penyediaannya dan dapat diimplementasikan untuk menjaga kontinuitas investasi pada industri penyelenggaraan telekomunikasi serta mendorong operator untuk lebih fokus dalam pengembangan layanan data dan broadband sesuai dengan kecenderungan akhir-akhir ini,” paparnya.

Menurut Gatot, penggunaan layanan data lebih tinggi kecenderungannya, searah dengan percepatan pengembangan industri broadband yang turut berpengaruh untuk lebih memacu pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dibandingkan dengan layanan suara dan SMS.

“Dengan implementasi internokeksi tahun 2011 ini akan menjadikan biaya interkoneksi Indonesia relatif masih di bawah rata-rata biaya interkoneksi di Asia Pasifik dan jauh di bawah rata-rata interkoneksi di 140 negara di dunia sebagaimana pernah dipublikasikan oleh ITU. Seandainya pun Indonesia masih lebih tinggi biaya rata-rata interkoneksinya, karena faktor geografis Indonesia yang jauh lebih luas dan membutuhkan koneksi sambungan yang jauh lebih panjang dan komplikated dibandingkan beberapa negara Asia Pasifik lainnya,” katanya.

Dalam daftar terseut hampir semua biaya interkoneksi turun. Beberapa biaya interkoneksi yang tidak berubah adalah biaya terminasi lokal fixed to fixed sekira 73 per menit, dan biaya terminasi lokal Fixed Wireless Line (FWL) ke Fixed Wireless Access (FWA) dengan besaran yang sama. Sedangkan biaya terminasi SMS pun tetap tidak berubah dengan pola sender keeps all (SKA), sampai ada evaluasi dari Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Biaya interkoneksi baru ini akan mulai diterapkan sejak 1 Januari 2011, kecuali untuk penerapan biaya interkoneksi jaringan FWA yang akan diterapkan pada 1 Juli 2011.

Mau Internetan Unlimited Kecepatan 1 Mbps dg Harga MURAH ?? Call Us Now ^^

www.jualinternet.com

Internet Murah Shop

CAll Us Now
Simpati : 081227808091 | XL : 087838487354
“Internet Unlimited Murah, Connect Internet dimana saja, kapan saja tanpa Batas”
Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: