Beranda > Info Internet > Mental Gratisan ?? ada yang tau ??

Mental Gratisan ?? ada yang tau ??

Mental Gratisan

Pernahkah anda mendengar atau bahkan anda sendiri yang menyatakan

”Jika bisa mendapatkan secara gratis, mengapa saya harus membeli?”

Inilah alasan yang membuat orang lebih senang mendapatkan barang secara gratis. Manakah yang lebih Anda sukai untuk mendapatkan barang, membeli ataukah mendapatkan secara gratis?” Saya ajukan pertanyaan sederhana ini kepada 97 orang. Ternyata lebih dari 95% langsung menjawab “Gratis!”. Pada umumnya, mereka berusaha mendapatkannya secara gratis terlebih dahulu, jika tidak bisa barulah membeli. Pandangan untuk lebih mencari yang gratisan ini terlihat wajar, namun sebenarnya bisa membawa dampak buruk bagi kita. Paling tidak ada tiga alasan yang membuat kita harus mewaspadai mentalitas gratisan ini.

1. Barang gratis adalah barang yang tidak dipakai oleh pemberi
Setiap barang memiliki harga. Semakin besar nilai/manfaat dari barang tersebut, semakin mahal harganya. Kebanyakan kita berusaha mencari barang dengan nilai/manfaat yang tinggi, namun diberikan secara gratis. Kenyataannya, hampir tidak mungkin kita mendapatkannya. Barang yang sering bisa diperoleh secara gratis adalah barang yang dianggap sudah tidak bernilai/bermanfaat oleh pemiliknya.

Di luar negeri, sangat umum pemilik barang meletakkan barang yang tidak terpakai di depan rumah mereka seperti sofa, spring bed, buku, lampu, heater, kipas angin, dsb. Barang-barang tersebut bisa diambil secara bebas. Jika Anda merasa barang tersebut masih bisa dimanfaatkan, Anda bisa mengambilnya. Namun, jika barang tersebut benar-benar dibutuhkan oleh semua orang, kita harus siap untuk membayar harganya.

2. Barang gratis tetap memiliki harga
Harga suatu barang tidak hanya dinilai dengan rupiah (finansial), namun bisa dengan harga lainnya (nonfinansial). Suatu perusahaan pembuat makanan kecil bisa saja membagikan produknya secara gratis dengan tujuan memperkenalkan produknya. Suatu restoran bisa saja memberikan diskon yang sangat besar supaya banyak pengunjung. Pembagian barang secara gratis maupun diskon diharapkan dapat memberi laba untuk perusahaan di kemudian hari. Sering kita tidak mengerti kenyataan ini.

Beberapa waktu lalu ada sebuah pusat perbelanjaan yang mempersilakan pengunjung yang memiliki kartu kredit platinum ataupun gold membayar hanya 30% atau bahkan gratis dari harga yang tercantum. Bisa dibayangkan, betapa panjang antrean di pusat perbelanjaan tersebut. Rata-rata harus antre lebih dari 1 jam untuk bisa membayar di kas. Ditambah denganorang yang terlalu banyak dan berdesakan bahkan ada orang usil melakukan pelecehan sexual atau copet walaupun petugas keamanan sudah berjaga dan hal seperti itulah yang harus dibayar oleh pelanggan untuk mendapatkan harga termurah atau bahkan gratis
Jika kita mengharapkan barang gratisan, sering kali kita harus membayarnya dengan waktu dan tenaga kita yang berharga. Oleh karena itu sebelum ingin mendapatkan barang secara gratis, kita harus menghitung berapa harga nonfinansial yang harus dikeluarkan. Jika ternyata lebih besar dari harga finansialnya, kita harus memilih untuk membayar barang tersebut dengan uang kita sehingga menyelamatkan aset nonfinansial.

Simak obrolan 2 karyawan suatu perusahaan swasta tentang makna gratis

Mau Internetan Unlimited Kecepatan tinggi ?? Call Us Now ^^

“Internet Unlimited Murah, Connect Internet dimana saja, kapan saja tanpa Batas”

## Ready Stock ##

Internet Murah Shop

Jl. Kaliurang Km.12 No.32 Yogyakarta
CAll Us Now ## TIDAK DIJUAL BEBAS ##
Simpati : 081227808091 | M3 : 085740919180 | XL : 087838487354 | Flexy : 02746677765
Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: